Ragam  

​Membasuh Rindu di Hari Kemenangan : Langkah Serentak Parigi Moutong Menenun Silaturahmi

Fayruz
Silaturahmi Idul Fitri Bupati, Wabup, dan Sekda Parigi Moutong ke Gubernur Sulteng - Foto : Diskominfo Parigi Moutong

PALU, EQUATORNEWS – Di bawah naungan langit Syawal yang masih bening, tatkala gema takbir sisa semalam masih lamat-lamat terasa di sanubari, jajaran Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong meluruhkan sekat jarak demi sebuah tradisi luhur. Tepat pada Minggu (22/3), Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase, memimpin sebuah rihlah spiritual dan birokrasi yang dibalut dalam kehangatan Idul Fitri 1447 H.

​Langkah kaki sang Bupati tidaklah sendiri. Ia didampingi oleh Wakil Bupati, H Abdul Sahid, Sekretaris Daerah, Zulfinasran, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah yang menanggalkan sejenak tumpukan berkas kerja demi merajut kembali tali asih di sela kesibukan membangun negeri.

Membuka Pintu di Rumah Banua

Persinggahan pertama bermuara di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tengah. Di sana, di bawah atap kediaman H. Anwar Hafid yang terletak di bilangan Jalan Prof. Moh. Yamin, rombongan dari tanah Parigi Moutong disambut dengan keterbukaan hati. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni jabat tangan, melainkan sebuah simbol harmonisasi antara jantung kabupaten dan pusat nadi provinsi. Ada tawa yang pecah di sela suguhan khas lebaran, menandakan bahwa birokrasi hanyalah alat, sementara persaudaraan adalah tujuan utama.

Menjaga Marwah, Merajut Asa

Tak berhenti di situ, iring-iringan kemudian membelah jalanan Kota Palu menuju Jalan Tanjung Api. Di sana, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H Mohammad Arus Abdul Karim, telah menanti. Dalam suasana yang khidmat namun cair, mereka bicara tentang masa depan tanpa melupakan akar tradisi. Kunjungan ini seolah menegaskan bahwa Parigi Moutong adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi Sulawesi Tengah yang harus terus diselaraskan.

​Sebagai pemungkas perjalanan, rombongan menyempatkan diri menyambangi kediaman tokoh nasional asal bumi Tadulako, Anggota DPR-RI Muhidin M Said. Di sini, nuansa silaturahmi terasa lebih mendalam; sebuah jembatan komunikasi antara aspirasi daerah dan kebijakan pusat yang ditenun dengan benang-benang kekeluargaan.

Epilog: Lebih dari Sekadar Kunjungan

Agenda ini sejatinya adalah sebuah momentum krusial. Di balik senyum dan ucapan selamat hari raya, terselip pesan kuat tentang soliditas. Bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk membasuh wajah birokrasi dengan air ketulusan, memastikan bahwa setiap langkah pembangunan ke depan dimulai dari hati yang bersih dan komunikasi yang tak terputus.

​Kunjungan ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ikhtiar untuk memastikan bahwa Parigi Moutong akan selalu berjalan beriringan dengan para pemangku kebijakan, demi satu muara: kemaslahatan rakyat yang lebih bermartabat.

FAYRUZ/*

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *