Pedang Keadilan Terhunus di Bumi Khatulistiwa: Tiga Seragam Tanggal Demi Marwah Institusi

Fayruz
Tiga Anggota Polres Parigi Moutong, Dipecat Secara In Absensia melalui Sebuah Upacara di Halaman Mako Polres Parigi Moutong - Foto : Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah langit Parigi Moutong yang menjadi saksi bisu pada Senin pagi, sebuah upacara penuh kepiluan sekaligus ketegasan digelar di halaman Markas Kepolisian Resor Parigi Moutong. Kapolres Parigi Moutong, AKBP DR Hendrawan AN S.IK MH, berdiri dengan tegap memimpin barisan, memegang teguh amanah untuk menyucikan institusi dari noda yang ditinggalkan oleh tangan tangan tidak bertanggung jawab.

​Tiga sosok yang sebelumnya menjadi bagian dari korps berbaju cokelat yakni, Brigpol Oko Randi Darmawan, Brigpol Dian Prastiya, dan Briptu Andre Piterson Gereuw resmi dilepaskan dari jabatannya melalui prosesi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat. Langkah ini bukan sekadar seremoni formalitas belaka, melainkan sebuah pernyataan perang terhadap pengkhianatan nurani dan etika profesi yang selama ini dijunjung tinggi oleh Polri.

​Dalam getaran suaranya yang penuh wibawa, Kapolres menegaskan bahwa keputusan ini adalah sanksi tertinggi, sebuah titik nadir bagi mereka yang memilih jalan menyimpang. Beliau menyatakan bahwa ini adalah bentuk komitmen tanpa kompromi. Tidak ada ruang bagi toleransi, tidak ada celah bagi pengampunan bagi mereka yang berani mengoyak hukum, disiplin, maupun kode etik yang menjadi nafas kepolisian.

​Tindakan tegas ini diambil karena setiap noktah hitam yang ditorehkan oleh oknum anggota bukan hanya melukai diri mereka sendiri, melainkan juga merobek kepercayaan publik yang telah dibangun dengan peluh dan air mata. Menjaga marwah institusi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dengan alasan apa pun. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh personel yang hadir agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme sejati.

​Gema langkah kaki di lapangan apel pagi itu seolah mengirimkan pesan ke seluruh penjuru negeri bahwa Polres Parigi Moutong tetap berdiri kokoh sebagai garda terdepan keadilan. Dengan tanggalnya tiga seragam ini, diharapkan kedisiplinan akan semakin mengakar kuat di setiap sanubari anggota demi menjaga kehormatan di mata masyarakat.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *