Misteri Jasad Membusuk di Pondok Lobu: Tali Nilon, Parang, dan Kaca Pirek

Fayruz
Anggota Polsek Moutong , Sedang Mengumpulkan Barang Bukti usai Penemuan Jenazah di Lobu Moutong - Foto : Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Sebuah pondok kebun di Dusun V Toleyan, Desa Lobu, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, mendadak jadi pusat perhatian. Aroma busuk yang menyengat menuntun Kasim Olii, seorang petani setempat, pada sebuah pemandangan mengerikan pada Sabtu sore, 6 Juni 2026, sekitar pukul 15.00 WITA.

​Di dalam pondok milik warga bernama Delime itu, sesosok mayat pria ditemukan terbujur kaku dalam posisi tergantung. Kondisi jasad yang sudah mengalami pembusukan lanjut membuat warga geger sekaligus dicekam tanya. Kasim yang terperanjat langsung bergegas kembali ke perkampungan untuk memanggil warga dan melaporkan temuan tersebut ke Polsek Moutong.

​Tak berselang lama, personel Polsek Moutong bersama Tim Buser Polres Parigi Moutong dan tim medis Puskesmas Moutong tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Dipimpin dr. Dewi Kumalasari, tim medis memperkirakan korban telah mengembuskan napas terakhirnya sekitar 10 hingga 20 hari sebelum ditemukan.

​”Kondisi jasad sudah rusak akibat pembusukan lanjut. Hal ini membuat ciri fisik korban sulit dikenali secara kasat mata,” ujar sumber medis di lokasi.

​Selain mengevakuasi jasad ke RSUD Buluye Napoa’e, polisi melakukan penyisiran ketat di sekitar gubuk. Di sana, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang memicu teka-teki baru. Selain tali nilon biru tua yang menjerat leher korban, polisi mengamankan dua bilah parang, celana pendek biru, senter kepala hijau, botol minuman, serta sebuah kaca pirek—alat yang lazim digunakan untuk mengonsumsi narkotika jenis sabu.

​Kapolsek Moutong, AKP Felix Alfons Saudale, SH, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi terlalu dini mengenai motif maupun penyebab pasti kematian korban, apakah murni bunuh diri atau ada unsur tindak pidana lain. Keberadaan alat isap sabu dan senjata tajam di TKP kini menjadi salah satu fokus pendalaman materi penyelidikan.

​”Fokus utama kami saat ini adalah mengungkap identitas korban terlebih dahulu. Proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis pada fakta-fakta ilmiah di lapangan,” tegas AKP Felix.

​Polisi juga mengimbau keras kepada masyarakat di wilayah Parigi Moutong dan sekitarnya yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam rentang waktu tiga pekan terakhir untuk segera melapor. Hingga malam ini, jasad tanpa identitas tersebut masih disemayamkan di kamar jenazah RSUD Buluye Napoa’e guna kepentingan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *