MEPANGA, EQUATORNEWS – Angin pesisir Teluk Tomini bertiup lembut meraba beranda kediaman Bupati Parigi Moutong di Desa Mepanga, Jumat siang, 17 Juli 2026. Di tempat yang sarat kebersahajaan itu, sebuah prosesi sakral digelar. Bukan sekadar seremonial birokrasi, melainkan sebuah ikhtiar menegakkan kembali tiang kepemimpinan yang sempat lowong di urat nadi pedesaan.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melangkah mantap memimpin Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Kepala Desa Antarwaktu untuk Desa Labuan dan Desa Gio Barat, Kecamatan Moutong. Di hadapan para saksi dan tokoh masyarakat, Heriyanti mengucapkan sumpah setianya, resmi mengemban amanah sebagai Kepala Desa Labuan demi menuntaskan sisa pengabdian periode 2019 sampai 2027. Sementara itu, Risman Banguntu mengukuhkan janjinya untuk menakhodai Desa Gio Barat, melanjutkan sisa masa jabatan periode 2022 sampai 2030.
Hadir menyaksikan momen penting tersebut jajaran pejabat daerah, mulai dari Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, hingga Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kabupaten Parigi Moutong. Kehadiran para camat dan undangan lainnya kian menegaskan bahwa urusan desa adalah jantung dari gerak maju kabupaten ini.
Dalam khotbah birokrasinya yang menyentuh, Erwin Burase mengingatkan bahwa kekuasaan di tingkat akar rumput bukanlah takhta kemegahan. Jabatan adalah jembatan rapuh yang harus diperkokoh dengan ketulusan melayani, merajut harmoni pembangunan, dan membina kehidupan sosial warga.
”Atas nama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, saya ucapkan selamat kepada saudara yang pada hari ini telah resmi dilantik sebagai Kepala Desa Antarwaktu. Amanah yang saudara emban bukanlah sekadar jabatan, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat, memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa, melaksanakan pembangunan, membina kehidupan kemasyarakatan, serta memberdayakan masyarakat desa,” ujar Bupati.
Namun, atmosfer di Mepanga siang itu tidak hanya bergetar oleh janji setia para pemimpin baru. Aroma kearifan lokal menyeruak ketika Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong turut menyerahkan penghargaan bergengsi kepada Kepala Desa Ogotion. Sang kepala desa dianugerahi gelar nonakademis Non Litigation Peacemaker dari Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan tertinggi bagi sang pamong yang berhasil memadamkan bara konflik di wilayahnya melalui ruang musyawarah yang hangat dan meja mediasi yang adil. Gelar mulia ini merupakan torehan emas kedua bagi Parigi Moutong, menyusul jejak Desa Kotaraya yang menyabet prestasi serupa pada tahun 2024 silam.
Melihat keberhasilan tersebut, Erwin Burase menaruh harapan besar agar api perdamaian ini menular ke seantero bumi khatulistiwa. Beliau mengajak seluruh pemimpin desa yang baru dilantik maupun yang hadir untuk terus mengasah kepekaan sosial dan meningkatkan kapasitas dalam mitigasi konflik horizontal.
”Saya berharap desa desa lainnya dapat mengikuti seleksi sebagai Non Litigation Peacemaker, sehingga berbagai permasalahan yang terjadi di desa dapat diselesaikan melalui mediasi,” pungkasnya menutup senja yang bersejarah itu. FAYRUZ










