PARIGIZ EQUATORNEWS – Di atas tanah Bora yang sarat sejarah, sebuah simfoni kebudayaan baru saja dikumandangkan. Dekranasda Parigi Moutong melangkah dengan dada tegak, bukan sekadar membawa komoditas, melainkan memikul marwah dan martabat leluhur yang kini mewujud dalam selembar keindahan: Motif Bomba Saga.
Tengoklah jemari takdir yang merajut akronim Sambulu Gana menjadi guratan-guratan estetika tinggi. Bomba Saga bukan sekadar kain tenun biasa; ia adalah kristalisasi dari sayembara rasa, buah dari kajian akademik yang mendalam, dan manifesto identitas baru yang lahir pada tahun 2025. Di setiap helai benangnya, ada doa, ada keringat, dan ada ambisi besar untuk terus bertumbuh.
Di bawah kepemimpinan yang penuh visi dari Ketua Dekranasda, Hj. Hestiwati Nanga, stan Parigi Moutong menjelma menjadi magnet yang menyedot decak kagum. Dari manisnya madu murni, jernihnya Virgin Coconut Oil (VCO), kehangatan briket ramah lingkungan, keanggunan kerajinan tangan, hingga legitnya Durian khas yang telah melegenda—semuanya bersaksi bahwa bumi Parigi Moutong adalah tanah surga yang diberkati.
Langkah ini memang baru dimulai. Hari ini, mungkin jemari luar daerah yang membantu menenunnya. Namun esok, demi fajar yang akan terbit, komitmen telah dipahat. Pelatihan intensif sedang berjalan, mempersiapkan tangan-tangan terampil anak negeri untuk mandiri dari hulu ke hilir. Agar kelak, setiap jengkal perputaran ekonomi dan kebanggaan budaya ini seutuhnya kembali ke pangkuan rakyat Parigi Moutong.
Saksikan kemegahan ini, rasakan getaran budayanya, dan mari menjadi bagian dari sejarah!
FAYRUZ










