Gufran Ahmad Rebut Kemudi KADIN Sulteng: Satu Rumah, Satu Pengusaha

Fayruz
Calon Terpilih KADIN Sulteng, Gufran Ahmad, saat Menyampaikan Pidato Kemenangan - Foto : Ist

PALU, EQUATORNEWS – Suasana riuh rendah di ruang Musyawarah Provinsi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah mendadak senyap saat lembar demi lembar surat suara mulai dibuka. Di balik ketegangan yang merayap, sebuah babak baru bagi konstelasi dunia usaha di Bumi Tadulako tengah dipertaruhkan. Melalui prosesi demokrasi yang dinamis dan sarat tensi, Gufran Ahmad akhirnya keluar sebagai jawara, merebut tongkat estafet kepemimpinan untuk menakhodai organisasi saudagar terbesar di provinsi ini.

​Dukungan mengalir deras bak air bah bagi Gufran. Ia berhasil mengunci kemenangan mutlak dengan meraup 30 suara, mematahkan ambisi dua rival sengitnya dalam palagan perebutan kursi nomor satu Kadin Sulteng. Endi, yang menguntit ketat di belakang dengan perolehan 27 suara, harus merelakan ambisinya kandas di tikungan akhir, sementara Nur Rahmatu sang calon petahana, hanya mampu mengamankan tiga suara dari total pemilih yang menyalurkan hak suaranya.

​Kemenangan ini bukan sekadar angka di atas papan tulis, melainkan sebuah maklumat kepercayaan dari mayoritas pemilik suara yang merindukan nakhoda baru dengan visi yang lebih membumi. Kadin Sulteng kini resmi berada di bawah kepakan sayap kepemimpinan Gufran Ahmad untuk periode mendatang.

Ikhtiar Menghalau Badai Kemiskinan

​Begitu takdir kepemimpinan jatuh ke tangannya, Gufran tidak membuang waktu untuk menebar janji kosong. Ia langsung menggaungkan sebuah manifesto ekonomi yang radikal namun puitis: gerakan “Satu Rumah Satu Pengusaha”. Sebuah program yang dicanangkan bukan sekadar sebagai pemanis retorika, melainkan sebagai jangkar untuk menyeret masyarakat keluar dari jerat keterpurukan ekonomi.

​”Ke depan, kita ingin Kadin Sulteng lebih maju dan benar-benar hadir untuk masyarakat. Program ‘Satu Rumah Satu Pengusaha’ menjadi langkah nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha di setiap keluarga,” ujar Gufran, suaranya bergetar penuh determinasi saat menyampaikan pidato kemenangannya.

​Melalui program ambisius ini, Gufran bermaksud menyalakan api kewirausahaan di setiap kolong rumah warga Sulawesi Tengah. Ia membayangkan sebuah masa depan di mana setiap atap keluarga mampu memproduksi kemandirian finansialnya sendiri, mengubah ketergantungan menjadi kedaulatan ekonomi yang kokoh.

Merajut Kembali Puing Solidaritas

​Di hadapan para peserta musyawarah yang masih menyisakan aroma rivalitas, Gufran dengan besar hati mengulurkan tangan rekonsiliasi. Ia sadar, memimpin Kadin tidak bisa dilakukan dengan kepalan tangan yang tertutup, melainkan dengan pelukan yang terbuka. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk para kandidat yang sebelumnya berdiri di seberang kubu, untuk meruntuhkan tembok sekat dan kembali merajut solidaritas.

​Bagi Gufran, badai kontestasi telah usai. Kini saatnya seluruh saudagar di Sulawesi Tengah, dari tingkat kabupaten hingga asosiasi usaha, bersatu padu dalam satu barisan yang solid demi memajukan dunia usaha daerah yang masih tertatih menghadapi tantangan zaman. Di bawah kendalinya, Kadin Sulteng diproyeksikan menjelma menjadi organisasi yang inklusif, tempat di mana para pengusaha besar dan pelaku usaha cilik duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *