Jeritan dari Bilik Sempit: Bupati Parigi Moutong Geram, 5 WC Puskesmas Sausu Lumpuh Total

Fayruz
Sidak Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase S.Kom, ke Puskesmas Sausu - Foto : Ist

PARIG, EQUATORNEWS — Malam baru saja merangkak di langit Sausu, Kamis 8 Mei 2026. Namun derap langkah Bupati Parigi Moutong, H Erwin Burase, justru menembus sunyi. Bukan tanpa sebab. Jeritan warga yang bergema di Balai Desa Sausu Torono siang tadi, menyeret orang nomor satu di Parigi Moutong itu turun langsung ke gelanggang: Puskesmas Sausu, Desa Sausu Trans.

Lima bilik kecil bernama WC, ruang paling privat bagi manusia , justru menjelma aib di rumah sehat itu. Rusak, mati, tak berdaya. Pasien rawat inap di lantai bawah terpaksa menahan sakit, merangkak menaiki anak tangga ke lantai dua, hanya demi menuntaskan hajat yang mestinya sederhana.

“Ini harus segera diprioritaskan!” suara Erwin Burase pecah di antara keramik retak dan udara pengap. Nada bicaranya tak lagi sekadar perintah, melainkan gugatan nurani. Didampingi Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Tonggiroh, Sekda Zulfinasran A Tiangso, Plt Kadis PUPRP Muhammad Aflianto Hamzah, dan Plt Kadis Kesehatan Darlin, Bupati menyisir satu per satu bilik yang bisu.

Lima WC, Satu Liang, Bencana Sejak Lahir

Peninjauan malam itu membongkar borok lama. Sistem saluran pembuangan limbah diduga cacat sejak lahir. Lima unit WC dipaksa bermuara pada satu titik pembuangan. Akibatnya, limbah mampet, penampungan jebol, dan bilik-bilik itu mati suri sejak gedung baru berdiri.

Pihak Puskesmas Sausu tak menutupi luka. Kepada Bupati, mereka mengakui: masalah ini sudah menganga sejak pembangunan gedung baru rampung. Ironis. Gedung senilai Rp9.325.364.368 dari Dana Alokasi Khusus 2024 yang digarap CV Bolle Cipta Sejahtera itu, nyatanya menyimpan cacat di jantungnya. Proyek yang dulu sempat tersendat karena keterlambatan, kini kembali menagih harga: martabat pasien yang tercabik.

“Tolong Pak Plt Kepala Dinas PUPRP segera buat perencanaan perbaikan WC agar bisa diprioritaskan dalam APBD Perubahan, karena ini sangat mendesak,” tegas Erwin, matanya menyalang.

Rumah Sehat Tanpa Bilik Layak, Luka Bagi Rakyat

Bagi Erwin Burase, kesehatan bukan sekadar dokter dan obat. “Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal tenaga medis, tetapi juga didukung fasilitas yang layak dan dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya, menohok.

Fasilitas adalah wajah. Dan wajah Puskesmas Sausu malam itu tampak lebam. WC yang lumpuh adalah tamparan bagi janji pelayanan. Sebab di balik pintu yang tak bisa dikunci itu, ada ibu yang menahan nyeri, ada lansia yang gemetar menaiki tangga, ada martabat manusia yang dipertaruhkan.

Usai menelisik bilik-bilik bisu itu, Bupati tak berhenti. Langkahnya berlanjut ke Koperasi Merah Putih di Desa Sausu Trans, meninjau progres pembangunan gerai koperasi. Malam di Sausu masih panjang, dan kerja belum usai.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *