“Faradiba Zaenong, Siapa Sebenarnya Komiu Ini? Sosok di Balik Klaim Sulteng Siap Kuasai Pasar Durian Dunia”

Fayruz
Faradiba Zaenong (Biru), Turut Mendampingi Gubernur Sulteng saat Melepas Ekpor Durian PT Amerta Nasi Agro Cemerlang ke Tiongkok - Foto : Ist

PARIGI, EQUATORNEWS — Di bawah langit Sulawesi Tengah yang membara oleh ambisi, sebuah nama menyeruak membelah kesunyian ekonomi di timur Nusantara. Faradiba Zaenong bukan sekadar deretan huruf yang mengisi struktur organisasi Kamar Dagang dan Industri Parigi Moutong. Ia hadir layaknya sebuah anomali yang indah, seorang dirigen yang sedang menyusun simfoni ekspor di atas tanah yang selama ini hanya dianggap sebagai penonton dalam panggung megah perdagangan global.

​Pelepasan dua puluh tujuh ton durian beku oleh PT Amerta Nadi Agro Cemerlang bukanlah sekadar ritual angka di atas kertas laporan. Di mata Faradiba, tumpukan buah berduri itu adalah panji perlawanan terhadap rasa pesimis. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Tengah telah melampaui ambang pintu dan kini sedang berdansa di jantung pasar dunia.

​Jangan hanya memandang angka hari ini, tutur Faradiba dengan nada suara yang bergetar penuh keyakinan. Ia membedah fakta bahwa empat ribu ton durian dari tanah ini telah membanjiri pasar Tiongkok. Sulawesi Tengah tidak sedang mengetuk pintu, mereka telah duduk di kursi utama, diakui dan dinikmati oleh lidah mancanegara.

​Narasi yang ia bangun bukanlah bualan kosong di siang bolong. Ini adalah napas dari sebuah ekosistem yang bernyawa. Di sudut Parigi Moutong, perusahaan seperti PT Silvia Amerta Jaya, PT Sentra Pangan Sejahtera, dan PT Herofruit Sumber Sukses sedang merajut mimpi yang sama. Di Kota Palu, geliat itu diteruskan oleh PT Duco Food Indonesia hingga PT Segar Jaya Mandiri, sementara di Kabupaten Sigi, PT Amerta Nadi Agro Cemerlang menjadi muara dari arus besar tersebut.

​Ini bukan tentang satu bendera perusahaan, melainkan sebuah gerakan suci, sebuah ekosistem yang saling menguatkan, ucap Faradiba. Baginya, setiap detak jantung petani di pelosok kebun kini terhubung langsung dengan meja konsumsi di seberang samudra. Ia menolak perayaan yang hanya berakhir pada riuh tepuk tangan dan kilatan lampu kamera. Momentum ini adalah pengukuhan bahwa Sulawesi Tengah adalah sang raja durian yang kini sedang mengenakan mahkotanya untuk menaklukkan dunia.

​Faradiba menatap ufuk dengan pandangan yang tajam, melampaui batas puluhan ton yang ada sekarang. Ia memimpikan ribuan ton yang mengalir secara konsisten, menciptakan dominasi yang tak tergoyahkan. Ia menuntut sebuah kolaborasi agung antara Pemerintah, Badan Karantina, Apdurin, hingga pelaku usaha terkecil sekalipun.

​Siapa sebenarnya Faradiba Zaenong? Apakah ia hanya seorang pemimpin organisasi ataukah ia adalah personifikasi dari keberanian baru yang lahir dari rahim Sulawesi? Melalui suaranya, ia menitipkan pesan agar seluruh elemen berhenti memelihara keraguan. Jika ingin menjadi penguasa dunia, maka pikiran dan tindakan harus melampaui batas kewajaran. Di tanah ini, sebuah ambisi besar baru saja ditanam, dan dunia dipastikan akan segera mengecap buahnya.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *