​”Bukan Sekadar Bibit, Tapi Martabat: Sinergi Gufran Ahmad & Apdurin Nyalakan Api ‘Berani Panen Raya’ di Sulteng”

Fayruz
Penyerahan Bibit Durian Bersertifikat dari Ketua KADIN Kota Palu, Gufran Ahmad , kepada Ketua Apdurin Parigi Moutong, Hengky Idrus SP M.Si - Foto : Ist

PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah langit Palu yang menyepuh keemasan pada Selasa, 14 April 2026, sebuah narasi besar tentang kedaulatan pangan dan asa para petani mulai dipahatkan. Bukan sekadar serah terima material, namun sebuah simbol “estafet kemakmuran” terjadi saat Ketua KADIN Kota Palu, Gufran Ahmad, melangkah pasti menemui takdirnya sebagai figur yang peduli pada denyut nadi ekonomi akar rumput.

​Gufran Ahmad, sosok yang kini menjadi magnet kuat dalam bursa calon Ketua KADIN Provinsi Sulawesi Tengah, menyerahkan bantuan bibit durian monthong bersertifikat kepada Ketua Asosiasi Petani Durian (Apdurin) Kabupaten Parigi Moutong, Hengky Idrus SP M.Si. Pertemuan kedua tokoh ini ibarat perjumpaan antara visi besar dan ketekunan tanah, sebuah harmoni yang dirajut demi kejayaan Bumi Tadulako.

​Memetik Bintang di Langit Ekspor

​Bibit-bibit monthong yang diserahkan bukanlah sekadar tanaman biasa. Ia adalah representasi dari mimpi-mimpi petani di Parigi Moutong, dan Sulawesi Tengah, yang ingin melihat buah keringat mereka menembus pasar dunia.

​Menurut Hengky Idrus, langkah taktis Gufran Ahmad ini merupakan sokongan krusial terhadap visi besar Gubernur Sulawesi Tengah, DR. Anwar Hafid, melalui program fenomenal:

  • Berani Panen Raya
  • Berani Ekspor Durian

​”Ini adalah jembatan menuju kesejahteraan. Kami menyambut niat tulus Pak Gufran sebagai bagian dari napas panjang perjuangan petani durian di Sulawesi Tengah,” ungkap Hengky dengan nada penuh optimisme.

​Fajar Baru: 20 Ribu Bibit Pohon untuk Petani Sulteng

​Gema gerakan ini akan semakin menderu dalam waktu dekat. Sebagai bentuk keberpihakan nyata, Gubernur Anwar Hafid dijadwalkan akan segera meluncurkan program pemberian 20 ribu bibit durian bagi petani di seluruh pelosok Sulawesi Tengah.

​Gufran Ahmad, dengan gerakannya yang senyap namun berdampak luas, seolah sedang menyirami benih-benih kepemimpinan yang inklusif. Di tangannya, KADIN tidak hanya menjadi menara gading bagi para pengusaha besar, melainkan menjadi pelindung dan penggerak bagi mereka yang tangannya masih berlumur tanah namun memiliki semangat setinggi langit.

​Bibit yang ditanam hari ini, diprediksi akan menjadi saksi sejarah saat Sulawesi Tengah tak lagi sekadar menjadi penonton di pasar global, melainkan pemain utama yang membanjiri meja-meja dunia dengan kelezatan durian monthong terbaik dari khatulistiwa.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *