PARIGI, EQUATORNEWS – Balai Desa Ogotion, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, sesak pada Kamis sore, 5 November 2026. Di luar, kemarau memecah tanah. Di dalam, karung-karung beras disusun berderet.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyerahkan bantuan pangan beras sebanyak 940 kilogram kepada 94 kepala keluarga terdampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Desa Ogotion.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, datang menyerahkan langsung. “Alhamdulillah, puji syukur tentunya senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT,” kata dia. Ia bersyukur masih bisa hadir di tengah warga yang kebun dan sawahnya mengering.
Kekeringan tak hanya mengepung Ogotion. Menurut Erwin, hampir seluruh Sulawesi Tengah dilanda fenomena serupa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan kemarau masih bertahan hingga Februari. Pemerintah daerah, kata dia, memberi perhatian khusus kepada warga yang kehilangan pekerjaan karena lahannya gagal panen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Sofiana, mengatakan bantuan itu merupakan gerak cepat dari Surat Keputusan Tanggap Darurat kekeringan dan karhutla. Dinas mengeluarkan beras cadangan pangan pemerintah daerah untuk desa-desa terdampak.
Total yang disalurkan mencapai 2 ton 900 kilogram untuk Kecamatan Tomini dan Kecamatan Mepanga. Penyerahan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong.
Kepala Desa Ogotion, Budi Udjing, menyampaikan terima kasih. “Alhamdulillah pada hari ini menyerahkan bantuan kepada petani yang terdampak kekeringan,” kata dia.
Di Ogotion, 940 kilogram itu bukan sekadar bantuan. Ia penanda bahwa negara masih hadir ketika hujan enggan turun.
*FAYRUZ*










