PARIGI, EQUATORNEWS — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, S.STP, M.AP., resmi meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Profesionalisme Aparatur Negara dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik”.
Peluncuran buku ini dilaksanakan dalam rangkaian acara Festival Literasi, Hari Kunjungan Perpustakaan, dan Bulan Gemar Membaca Kabupaten Parigi Moutong pada Rabu, 28 Oktober 2028.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase bersama Wakil Bupati Abdul Sahid turut melakukan penandatanganan pada buku karya Sekda tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi di daerah. Suasana acara semakin istimewa ketika Zulfinasran secara simbolis menyumbangkan 100 eksemplar buku karyanya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Parigi Moutong untuk dijadikan sebagai bahan bacaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Zulfinasran menekankan bahwa sebuah pemerintahan yang baik (good governance) harus senantiasa berdiri di atas kepastian hukum, akuntabilitas, transparansi, serta proporsionalitas. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada keputusan yang hanya didasarkan pada rasa suka atau tidak suka, maupun kewenangan yang dijalankan tanpa adanya pertanggungjawaban.
”Hukum harus menjadi pedoman dalam bertindak, transparansi harus menjadi budaya, dan akuntabilitas harus menjadi kebiasaan. Sebab kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui janji, melainkan melalui tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Zulfinasran di hadapan para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Ia juga mengingatkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar pegawai yang datang ke kantor untuk mengisi daftar hadir, absen, apel, lalu pulang. Lebih dari itu, ASN adalah pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, perekat bangsa, serta penghubung utama antara pemerintah dan rakyatnya.
Menjawab pertanyaan mendasar mengenai kunci keberhasilan birokrasi, Zulfinasran menegaskan bahwa kebijakan yang baik tidak akan menghasilkan perubahan yang signifikan apabila dijalankan oleh aparatur yang tidak profesional.
Program pembangunan juga tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa dilandasi integritas yang kuat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan buku secara simbolis dari penulis kepada Bupati Parigi Moutong, serta penyerahan ratusan eksemplar buku untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang ditutup dengan gaung semangat literasi bagi masyarakat setempat.
FAYRUZ










