PARIGI, EQUATORNEWS – Sebanyak 18 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berganti posisi. Serah terima jabatan digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin, 26 Oktober 2026, pukul 13.00 WITA.
Pergantian itu menjadi rotasi besar di lingkaran birokrasi Parigi Moutong menjelang akhir tahun anggaran. Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, yang memimpin prosesi tersebut, mengapresiasi para pejabat lama atas pengabdian mereka. Namun ia memberi penekanan khusus kepada para pejabat yang baru menerima amanah.
Zulfinasran meminta tanggung jawab dijalankan dengan standar yang tak sekadar administratif: integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para pejabat yang telah menyelesaikan tugas pada jabatan sebelumnya atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan. Kepada pejabat yang menerima amanah baru, saya mengucapkan selamat. Semoga kepercayaan yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.
Di luar pesan normatif itu, Zulfinasran menyisipkan peringatan keras. Ia meminta setiap kepala perangkat daerah tidak terjebak dalam rutinitas seremonial, melainkan melakukan evaluasi kinerja secara berkala dan sejak dini.
Evaluasi yang dimaksud mencakup capaian target kinerja, realisasi program, serapan anggaran, mutu pelayanan publik, hingga kecepatan merespons pengaduan warga. Menurut dia, hambatan harus dipetakan di awal, bukan setelah program tersendat.
“Saya juga berharap setiap kepala perangkat daerah secara berkala melakukan evaluasi terhadap target kinerja, realisasi program, penggunaan anggaran, kualitas pelayanan, serta tindak lanjut atas pengaduan. Lakukan pemantauan sejak awal, identifikasi hambatan, dan ambil langkah korektif sesegera mungkin,” tegasnya.
Pemkab Parigi Moutong berharap rotasi ini tidak berhenti sebagai reorganisasi struktur semata, melainkan menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, terutama dalam mengejar target pembangunan dan memperbaiki kualitas layanan publik yang kerap dikeluhkan warga.
FAYRUZ










