PARIGI, EQUATORNEWS -Bukan borgol dan peluit yang sibuk pagi itu. Di Aula Pesat Gatra, jarum-jarum transfusi yang bekerja. Rabu, 24 Juni 2026, sejak pukul 08.00 WITA, seragam cokelat Polres Parigi Moutong bergantian melipat lengan, menyodorkan nadi.
Menyambut 80 tahun Hari Bhayangkara, polisi di ujung Teluk Tomini ini memilih merayakannya dengan darah, bukan upacara. Bakti Kesehatan Donor Darah Massal itu digelar sebagai nazar kemanusiaan, sebuah pengabdian yang menetes pelan ke kantong-kantong darah.
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Dr Hendrawan AN S.IK MH., turun langsung memimpin, didampingi para Pejabat Utama. Ia menjadi pendonor pertama, membuka antrean panjang yang kemudian diisi personel Polres, anggota Polsek Ampibabo, Polsek Parigi, Polsek Torue, hingga ibu-ibu pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Parigi Moutong.
Aksi ini bukan kerja sendiri. Si Dokes Polres Parigi Moutong meramu-nya bersama PMI Kabupaten Parigi Moutong, Unit Transfusi Darah RSUD Anuntaloko Parigi, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong. Selain donor, mereka membuka pemeriksaan golongan darah gratis untuk anggota.
“Setiap tetes darah yang disumbangkan punya nilai kemanusiaan yang sangat besar. Bisa menyelamatkan nyawa,” kata Kapolres Hendrawan.
Baginya, 80 tahun Bhayangkara bukan sekadar seremoni dan refleksi institusi. Ini momentum untuk menumbuhkan solidaritas. Polri, ujarnya, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tapi juga harus hadir memberi manfaat yang bisa dirasa denyutnya.
“Semoga ini bisa membantu stok darah di Parigi Moutong. Inilah wujud nyata kehadiran Polri untuk masyarakat,” ucapnya.
Siang merambat, kantong-kantong darah kian penuh. Aula itu lengang dari sirene, riuh oleh semangat kebersamaan. Donor darah ini menjadi pembuka rangkaian sosial Hari Bhayangkara ke-80 di Parigi Moutong, dengan satu pesan sederhana: pengabdian, kepedulian, dan kemanusiaan.
FAYRUZ










