Kapolres Dan Wabup Menancap Harapan Di Palasa, Dari Bedeng 99 Are Menuju Ambisi 40 Hektare

Fayruz
Dari Bedeng Palasa, Harapan Diserahkan Dalam Kotak Alat - Kapolres Parigi Moutong AKBP DR Hendrawan AN S.IK MH Bersama Wabup Abdul Sahid Menyerahkan Bantuan Alat Pertanian Kepada Petani Bawang - Foto : Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Rabu itu, 19 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WITA, Mako Polsek Tomini di Desa Palasa bukan lagi sekadar markas. Tanahnya yang gersang disulap menjadi panggung kolaborasi: seragam cokelat Polri dan caping petani berdiri dalam satu baris yang sama.

Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., dan Wakil Bupati Abdul Said, S.Pd., turun langsung memimpin penanaman bawang putih di atas lahan 99 are. Benih yang ditanam adalah Garlic Superior Seeds, bantuan Dinas TPHP Kabupaten yang sebagian didatangkan dari Pulau Jawa.

Aksi di Palasa ini bukan gerakan lokal semata. Ia bagian dari penanaman bawang serentak di 17 provinsi yang dipantau nasional via Zoom Meeting. Di pusat, hadir Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharto.

Di tingkat tapak, Polres tidak hanya menanam. Dukungan konkret disalurkan: 50 paket sembako untuk warga, 20 unit alat semprot, 2 unit kultivator, 1 unit generator, dan 2 dus herbisida untuk kelompok tani, plus layanan pengobatan gratis bagi masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata,” ujar Hendrawan.

Kapolri menegaskan arahnya: Polri mengawal ketahanan pangan dari hulu ke hilir, dari produksi hingga panen dan distribusi. Pesan itu yang dipegang Hendrawan di Palasa.

“Yang terpenting bukan hanya bagaimana kita menanam hari ini, tetapi bagaimana tanaman ini kita kawal sampai tumbuh, dipelihara, berhasil dipanen dan hasilnya memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Bagi Parigi Moutong, bawang putih bukan sekadar bumbu. Ia adalah instrumen stabilitas harga dan kemandirian ekonomi. Target 40 hektare itu kini menjadi taruhan bersama antara pemerintah daerah, Polri, penyuluh, dan petani.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 WITA dengan aman dan tertib dalam pengawalan gabungan Polres dan Polsek Tomini. Di Palasa, benih dan janji telah sama-sama ditanam.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *