Berbasis Analisis Situasi, Bappelitbangda Parimo Matangkan Strategi Penanganan Stunting

Admin Equatornews
Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong menggelar Pra Musrenbang Stunting (Foto : Ist)

Parigi, EQUATORNEWS – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Pra Musrenbang Stunting tingkat kabupaten di Lantai II Kantor Bupati Parimo, Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan guna menyusun dokumen perencanaan intervensi penurunan stunting yang tepat sasaran dan berbasis pada analisis situasi riil di lapangan.

Forum strategis ini dihadiri langsung oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat se-Kabupaten Parimo, serta seluruh kepala puskesmas.

Dalam laporannya, Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Sosial Budaya Bappelitbangda Parimo, Irdan, menyampaikan bahwa Pra Musrenbang ini menjadi wadah evaluasi atas kinerja perangkat daerah yang selama ini telah berjalan.

“Melalui kegiatan ini, kita mengevaluasi kinerja percepatan pencegahan dan penurunan stunting berdasarkan hasil analisis situasi yang ada. Dari sini juga dirumuskan berbagai usulan program dan kegiatan intervensi,” ujar Irdan.

Ia menjelaskan, seluruh usulan intervensi dari para pemangku kepentingan dipilah ke dalam tiga kategori utama, yaitu:

  1. Fisik dan Prasarana: Penanganan akses air bersih dan sanitasi lingkungan.
  2. Sosial Budaya: Edukasi gizi, pola asuh, serta pelayanan kesehatan.
  3. Ekonomi: Ketahanan pangan keluarga dan pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan.

Lebih lanjut, hasil kesepakatan dari Pra Musrenbang ini akan menjadi landasan bagi Pemerintah Daerah, DPRD, hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan untuk mendeklarasikan komitmen bersama dalam akselerasi penurunan stunting di Kabupaten Parimo.

“Kita berharap seluruh dokumen rencana program yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi dan analisis situasi di tingkat kecamatan maupun kabupaten, sehingga target penurunan prevalensi stunting dapat tercapai secara efektif,” pungkasnya.

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *