Disdikbud Parigi Moutong Catat 538 Satuan PAUD, Ketimpangan Fasilitas Masih Jadi Tantangan

MY Towanda
Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdikbud Parimo, Dahniar Abdul Hamid. (Foto : Ist)

Parigi Moutong, EQUATORNEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong mencatat sebanyak 538 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kini tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Meski mayoritas lembaga telah mengantongi akreditasi resmi, persoalan ketimpangan fasilitas dan sarana prasarana (sarpras) masih menjadi tantangan besar, khususnya bagi PAUD yang dikelola oleh pihak swasta.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Parimo, Dahniar Abdul Hamid, mengungkapkan bahwa kesenjangan sarpras ini menjadi salah satu kendala utama dalam meratakan kualitas layanan pendidikan bagi anak usia dini di Parimo.

“Memang belum semua PAUD memiliki fasilitas yang sama, apalagi banyak yang dikelola swasta atau masyarakat,” ujar Dahniar saat memberikan keterangan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo terus mengucurkan berbagai bantuan pendukung. Bagi PAUD negeri, intervensi difokuskan pada pengadaan perangkat teknologi, mebeler, hingga papan digital.

Di sisi lain, Dahniar menjelaskan bahwa PAUD swasta tidak luput dari perhatian. Mereka tetap menerima stimulan dari pemerintah pusat maupun daerah, meskipun jangkauannya diakui belum bisa menyeluruh ke semua lembaga.

“Bantuan tetap ada, tapi memang belum bisa menjangkau semua lembaga,” tambahnya.

Sebagai strategi penyerapan bantuan yang efektif sekaligus pemacu mutu, Disdikbud Parimo menerapkan kebijakan prioritas. Saat ini, aliran bantuan diutamakan bagi satuan PAUD yang telah berhasil meraih akreditasi A dan B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN).

Kebijakan ini sengaja diambil untuk memotivasi pengelola PAUD lain agar segera membenahi manajemen dan kualitasnya, kemudian mengajukan proses akreditasi. “Ini jadi dorongan agar semua PAUD terus berbenah,” tegas Dahniar.

Terlepas dari kendala fasilitas, Disdikbud Parimo mengapresiasi komitmen sebagian besar lembaga yang telah memenuhi standar nasional. Akreditasi dari BAN dinilai sebagai bukti otentik bahwa sebuah PAUD telah memenuhi standar kelayakan, mulai dari sarana, prasarana, hingga mutu proses pembelajarannya.

“Kalau sudah terakreditasi, artinya sudah memenuhi standar yang ditetapkan,” jelasnya lagi.

Guna menjaga konsistensi mutu tersebut, Disdikbud Parimo tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik. Upaya berkelanjutan berupa pembinaan tenaga pendidik, penguatan kelembagaan, serta monitoring dan evaluasi (monev) program secara berkala terus digalakkan di lapangan.

Sebagai informasi, total 538 satuan PAUD yang beroperasi di Kabupaten Parigi Moutong saat ini mencakup layanan yaitu Taman Kanak-kana, Kelompok Belajar dan Satuan Paud Sejenis.

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *