Parigi Moutong, EQUATORNEWS – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang penyedia pangan untuk memastikan kualitas bantuan yang akan diterima masyarakat. Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, turun langsung mengecek kondisi beras di Gudang Bulog Olaya dan Gudang Bulog Tolai pada Selasa (31/3/26).
Langkah ini diambil menjelang penyaluran bantuan pangan periode Maret-April yang menyasar puluhan ribu keluarga di wilayah tersebut. Didampingi Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, serta jajaran Forkopimda, Wabup memeriksa secara detail fisik beras guna menjamin kelayakan konsumsi.
Dalam pengecekan tersebut, H. Abdul Sahid menyatakan kepuasannya terhadap stok yang tersedia. Tercatat sebanyak 72.603 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima paket bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
”Alhamdulillah, semua tersedia dengan baik. Kualitasnya sudah memenuhi standar yang ditetapkan. Kami ingin memastikan rakyat mendapatkan apa yang menjadi hak mereka dalam kondisi yang layak,” ujar Wabup dengan optimis.
Selain mengecek kualitas fisik, Wabup juga memberikan teguran keras terkait integritas pendistribusian. Beliau menyoroti adanya keluhan warga mengenai bantuan yang tidak tepat sasaran akibat faktor kedekatan atau kekerabatan petugas dengan penerima.
Ia meminta para petugas penyalur di lapangan untuk bekerja secara objektif dan selektif, serta benar-benar melihat kondisi ekonomi calon penerima.
”Saya minta kepada seluruh petugas, lihat dengan mata hati: apakah seseorang pantas menerima atau tidak. Jangan sampai ada ‘sistem kekeluargaan’. Harapan kami, ke depan ekonomi masyarakat semakin membaik sehingga mereka mandiri,” tegas Sahid.
Pimpinan Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, menambahkan bahwa bantuan pangan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Jusri juga menjelaskan bahwa saat ini bantuan dialokasikan empat kali dalam setahun, namun jumlah tersebut bisa bertambah sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Sinergi antara Bulog dan Pemerintah Daerah menjadi kunci agar distribusi berjalan transparan hingga ke tingkat desa.










