PARIGI, EQUATORNEWS – Rombongan dari Parigi Moutong tidak datang dengan tangan kosong ke Kantor Kementerian Sosial RI di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026. Bupati datang, DPRD mengawal. Mereka membawa satu harapan yang sama, Sekolah Rakyat.
Di ruangan dengan mural bertuliskan Kemensos Selalu Ada itu, kepastian akhirnya turun. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan seluruh berkas usulan Sekolah Rakyat Parigi Moutong telah memenuhi syarat dan lolos verifikasi. Tahap lelang dan pembangunan fisik pun siap digelar.
Empat anggota DPRD yang turut mengawal adalah Mohamad Irfain, S.H., Arnol, S.H., Ni Wayan Leli Pariani, S.H., dan Salimun Mantjabo.
Bagi Mohamad Irfain dari Fraksi Perindo, kehadiran legislatif adalah bentuk pengawasan agar hak pendidikan anak anak Parigi Moutong benar benar terpenuhi. Sementara bagi Ketua Fraksi Perindo Arnol, Sekolah Rakyat tidak boleh hanya menjadi ruang kelas biasa. Ia harus lengkap dengan asrama, perpustakaan, hingga laboratorium agar anak anak kurang mampu mendapat layanan pendidikan berkualitas tinggi.
Kini, setelah restu dari pusat dikantongi, Parigi Moutong menanti realisasi. Sekolah itu diharapkan menjadi jawaban atas ketimpangan dan jalan memutus rantai kemiskinan.
FAYRUZ /










