Menjemput Pasar dari Ujung Landasan: Gubernur Anwar Hafid Sambut Ketua BMU Dekranas di Palu

Fayruz
Sapa Dalam Senyum, Sambut Dalam Harap, Gubernur Anwar Hafid Menyambut Hangat Kedatangan Ketua BMU Dekranas Sri Suparni Bahlil Di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Selasa Pagi - Foto : Biro Adpim Setdaprov Sulteng

PALU, EQUATORNEWS – Pagi baru saja merekah di atas Teluk Palu. Selasa, 1 September 2026, pukul 06.30 WITA, ketika pesawat yang membawa Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional, Sri Suparni Bahlil, mendarat mulus di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri. Di pintu kedatangan, Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, telah menunggu.

Bukan penjemputan seremonial belaka. Di sampingnya berdiri Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan. Sapaan, senyum, dan jabat tangan mengalir hangat, menandai awal dari sebuah agenda yang jauh lebih panjang dari sekadar seremoni bandara: mengerek martabat UMKM Sulawesi Tengah.

Dari bandara, iring-iringan bergerak menuju Rumah Jabatan Gubernur Siranindi. Di beranda rumah yang menghadap lembah itu, silaturahmi digelar. Tak ada jarak antara pusat dan daerah. Yang ada hanya satu percakapan: bagaimana kerajinan dan usaha kecil di tanah Tadulako ini naik kelas.

Kunjungan Sri Suparni kali ini membawa dua misi yang kontras namun saling bertaut. Pertama, meninjau IKM Rumah Cokelat dan sejumlah UMKM binaan Dekranasda Sulawesi Tengah , nadi ekonomi kreatif yang selama ini tumbuh dari dapur-dapur dan kebun kakao warga. Kedua, perjalanan akan berlanjut ke Desa Loru, Kabupaten Sigi, untuk meninjau dan meresmikan sumur bor. Air untuk hidup, cokelat untuk penghidupan.

Langkah itu, kata Gubernur Anwar Hafid, adalah bagian dari kerja bersama. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, menurut dia, tidak hanya ingin UMKM tumbuh, melainkan bertaji: kualitas produk ditingkatkan, manajemen usaha diperkuat, inovasi dipupuk, dan pasar diperluas hingga melampaui Palu.

Turut hadir dalam penyambutan itu Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, serta jajaran pengurus Dekranasda. Mereka menjadi saksi bahwa kerja kerajinan tak lagi dipandang sebagai usaha sampingan, melainkan sebagai ekonomi utama daerah.

Dari landasan bandara hingga ke sumur di Loru, ceritanya sama: menjemput masa depan UMKM dari yang paling dasar.

FAYRUZ/*

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *