CHENGDU, EQUATORNEWS – Di kota yang napasnya adalah perdagangan dan denyutnya adalah teknologi, Sulawesi Tengah datang tidak sekadar mengetuk pintu. Ia membawa tawaran tentang masa depan.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., memimpin langsung delegasi provinsinya menemui Mr. Zhang Dong Yun, Anggota Utama Grup Partai Pemerintah Provinsi Sichuan sekaligus Deputi Gubernur Provinsi Sichuan. Di sebuah ruang pertemuan di Chengdu, dua daerah yang terpisah ribuan kilometer itu mencoba merapatkan jarak dengan satu kata kunci: kemitraan.
Bagi Anwar Hafid, Sichuan bukan mitra asing. Ia adalah cermin. Provinsi dengan 83 juta jiwa yang menjelma menjadi raksasa industri, teknologi, dan logistik itu adalah kawan strategis untuk mimpi besar Sulawesi Tengah: hilirisasi.
Hubungan itu, kata Anwar, sudah berbuah. Belum lama ini, Chengdu Land Port Hub bersama Sichuan Henghui mengimpor daging durian beku dari Indonesia. Dari gigitan pertama itu, lahir kontrak niat pembelian durian Indonesia senilai lebih dari 50 juta Yuan Renminbi. Sebuah angka, sekaligus isyarat, bahwa dari bau durian yang menyengat bisa lahir kesepakatan yang manis.
“Dari durian inilah kita belajar, jarak bukan penghalang,” ujar Anwar dalam sambutannya. Ia datang tidak dengan tangan hampa. Tujuh tawaran diletakkan di atas meja: hilirisasi industri durian, penguatan perdagangan komoditas unggulan, hilirisasi pertanian, peternakan, dan perikanan, pengembangan teknologi dan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta penguatan kemitraan jangka panjang antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga riset.
Itu bukan sekadar daftar. Itu adalah peta jalan. Anwar ingin Sichuan tidak hanya membeli, tapi membangun bersama. Pabrik pengolahan durian di hulu, kawasan industri di hilir, kampus yang bertukar dosen, laboratorium yang berbagi temuan.
Di hadapan delegasi Tiongkok, Anwar menggaransi satu hal yang paling dicari investor: rasa aman. Ia menjanjikan iklim investasi yang terbuka dan kompetitif, perizinan yang dipermudah, kepastian hukum, kawasan industri yang siap pakai, dan dukungan penuh pemerintah daerah.
“Kami percaya investasi bukan hanya tentang penanaman modal, tetapi juga membangun kepercayaan, berbagi teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Kami mengundang Pemerintah Provinsi Sichuan menjadi mitra strategis dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian timur,” tegasnya.
Pertemuan itu berlangsung hangat, dihadiri orang-orang terdekat gubernur: Ketua Dekranasda Provinsi Sulteng Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, Ketua KADIN Sulteng Gufran Ahmad, Kepala Badan Karantina Sulteng Ahmad Alfian, Ketua APDURIN Hengky Idrus, Kepala Bappeda Sulteng Arfan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ricard Arnaldo, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dodot Tinarso, Ketua KADIN Parigi Moutong Faradiba Zaenong selaku Person in Charge delegasi, serta Sekjen APDURIN Indonesia Aditya Pradewo.
Di seberang meja, Zhang Dong Yun tidak sendiri. Jajaran Komite Partai dan Pemerintah Provinsi Sichuan yang membidangi kerja sama internasional, investasi, perdagangan, dan pembangunan ekonomi ikut duduk. Kehadiran mereka adalah pesan diplomatik yang tak perlu diterjemahkan: Sichuan menaruh perhatian besar pada Sulawesi Tengah.
Dari Chengdu, sebuah babak baru ditulis. Bukan dengan tinta, melainkan dengan niat. Sulawesi Tengah, di bawah komando Anwar Hafid, sedang berusaha mengubah dirinya dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain utama. Gerbang investasi baru di timur Indonesia itu kini terbuka, dan kuncinya dititipkan di Sichuan.
FAYRUZ/










