PARIGI, EQUATORNEWS – Di kabupaten yang kerap dikepung janji-janji pembangunan, sebuah penegasan datang dengan nada jernih dan keras: tidak ada harga untuk rumah bantuan itu. Tidak sepeser pun.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Parigi Moutong, Andrey Wijaya, ST, memastikan seluruh proses Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di wilayahnya berjalan tanpa pungutan. Pernyataan itu bukan sekadar klarifikasi administratif, melainkan pagar moral bagi program yang menyentuh langsung atap-atap rakyat kecil.
“BSPS itu gratis. Dari awal hingga akhir, negara yang menanggung,” kata Andrey. Ia mengingatkan, jika ada tangan-tangan yang menengadahkan telapak mengatasnamakan dinasnya, itu adalah penipuan yang harus dilawan.
Pada tahun ini, Parigi Moutong menganyam harapan lewat 606 unit rumah. Sebuah angka yang dirangkai dari dua gelombang. Tahap lima menyisir pesisir dan pedalaman utara: Desa Eeya 10 unit, Bosagon 20, Gotumubu 20, Moubang 20, Kotaraya 20, Kotaraya Timur 19, Kotaraya Barat 20, Bosagon Jaya 20, Tinombala Jaya 20, Ongka Trimuspasari 18, dan Persatuan Utara 20. Total 207 unit, tegak sebagai fondasi pertama.
Gelombang berikutnya mengalir ke jantung-jantung kampung yang lain: Ongka Trimus 2 unit, Sipayo 20, Sigenti Barat 20, Malanggo 20, Silutung 20, Tada 20, Pesona 20, Paranggi 20, Tomoli 1, Olobaro 1, Parigi Mpuu 3, ditambah Tada 22, Tumpapa Indah 28, Balinggi Jati 51, Lebagu 22, Catur Karya 41, dan Berabaran 38. Jika ditotal, 207 ditambah 399, genap menjadi 606 atap baru.
Dan cerita belum selesai di angka itu. Setelah 606 rumah ini rampung, menurut Andrey, akan menyusul lagi 1.000 unit khusus untuk kawasan kumuh di dalam Kota Parigi. Sebuah upaya merapikan wajah kota dari pinggir, dari rumah yang paling membutuhkan perbaikan.
Untuk itu ia menitipkan pesan kepada para penerima bantuan: jangan goyah oleh bisik-bisik oknum. Jangan pernah menyerahkan uang kepada siapa pun yang mengaku utusan dinas. BSPS, kata dia, adalah hak yang jatuh tanpa syarat uang.
Di antara semen yang diaduk dan dinding yang diplester, yang sedang dibangun bukan cuma rumah, tapi juga kepercayaan.
FAYRUZ










