Polres Parigi Moutong Tancap Gas, Sang Bhayangkara Turun ke Bumi Perkuat Swasembada Jagung

Fayruz
Kapolres Parigi Moutong, AKBP DR Hendrawan AN S.IK MH, Pimpin Penanaman Jagung Dukung Swasembada Pangan - Foto : Humas Polres Parigi Moutong

PARIGI, EQUATORNEWS – Aroma tanah basah menyambut langkah gagah Kapolres Parigi Moutong, AKBP DR Hendrawan AN S.IK MH, saat matahari mulai condong ke ufuk barat di Alun-alun Kota Parigi, Kelurahan Kampal. Sabtu sore itu bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah maklumat nyata tentang kedaulatan pangan yang sedang diperjuangkan dari akar rumput. Di bawah langit Kecamatan Parigi, sang pemegang tongkat komando kepolisian itu menanggalkan sejenak atribut formalnya untuk menyentuh tanah, menanam benih harapan dalam tajuk Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026.

​Langkah ini menjadi bukti bahwa pengabdian Polri telah melampaui batas-batas penjagaan keamanan konvensional. Di balik seragam cokelat itu, ada tekad membaja untuk memastikan perut rakyat tetap kenyang dan lumbung-lumbung desa kembali penuh. Kehadiran jajaran Forkopimda bersama Asisten II Setda Parigi Moutong, pihak Kejaksaan, hingga perbankan dan sektor swasta seperti Syngenta Indonesia, mempertegas bahwa perjuangan melawan kerawanan pangan adalah perang semesta yang harus dimenangkan bersama.

​Dalam narasinya yang penuh semangat, Kapolres menegaskan bahwa butiran jagung yang masuk ke liang tanah hari itu adalah simbol kemandirian bangsa. Beliau menyatakan bahwa Polri berdiri di garda terdepan untuk memastikan program strategis pemerintah tidak berhenti di atas kertas. Penanaman ini adalah kerja nyata yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi masyarakat pedesaan serta upaya mengangkat martabat para petani sebagai pahlawan pangan sesungguhnya.

​Ambisi besar telah dipancangkan dengan target penanaman yang tidak main-main. Setelah membuka gerbang dengan luas 15 hektare pada tahap awal ini, Polres Parigi Moutong mematok target ambisius sebesar 700 hektare lahan jagung sepanjang tahun 2026. Setiap kuartal akan menjadi saksi hijaunya lahan seluas 176 hektare yang tersebar di wilayah hukum mereka. Pola tanam bertahap ini dirancang untuk menciptakan siklus produktivitas yang berkelanjutan, memastikan aliran rezeki bagi kelompok tani lokal terus mengalir tanpa henti.

​Sinergi lintas sektor yang tercipta di Kelurahan Kampal ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain untuk bergerak serupa. Melalui kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan dunia usaha, Parigi Moutong kini sedang bersolek diri menuju predikat sebagai lumbung jagung nasional. Sebuah langkah besar telah dimulai dari sepetak tanah di bagian barat kota, membawa mimpi tentang swasembada yang bukan lagi sekadar angan, melainkan kenyataan yang tumbuh subur dari keringat dan kerja keras kolektif.

FAYRUZ/*

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *