Di Balik Kilau Emas Ilegal : Hanura Siap Hampaskan Sanksi Jika Kadernya Tercebur “Lumpur Dosa”

Fayruz
Feri Budi Utomo, Ketua DPC Hanura Parigi Moutong - Foto : FB Feri Budi Utomo

PARIGI, EQUATORNEWS – Prahara dugaan keterlibatan oknum wakil rakyat dalam pusaran tambang emas ilegal kini memantik reaksi keras dari internal partai. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong, Feri Budiutomo, angkat bicara dengan nada tegas namun penuh kehati-hatian. Ia menegaskan bahwa partainya tidak akan tinggal diam dan siap menghunus pedang sanksi jika kadernya, Selpiana, terbukti mengkhianati amanah rakyat demi keuntungan dari lubang lubang tambang tanpa izin.

​Ketegasan tersebut dibalut dengan prinsip keadilan yang kokoh. Feri menekankan bahwa partai tidak akan terburu buru dalam mengambil langkah tanpa dasar yang kuat. Saat ini, mesin internal partai sedang bergerak dalam senyap, mengumpulkan kepingan bukti dan merangkai keterangan demi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Baginya, sebuah vonis tidak boleh lahir dari rahim opini semata, melainkan harus berpijak pada fakta yang tak terbantahkan.

Mekanisme Organisasi dan Supremasi Hukum

​Feri menjelaskan bahwa setiap langkah penanganan akan tunduk pada mekanisme organisasi yang berjenjang. Melalui Mahkamah Partai, setiap temuan akan diuji sesuai dengan nafas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Hanura. Jika nantinya terbukti ada noktah hitam dalam perjalanan karier Selpiana, maka partai dipastikan akan menjatuhkan sanksi yang setimpal.

​Namun, ia mengingatkan bahwa wewenang untuk menentukan benar atau salahnya sebuah tindak pidana berada sepenuhnya di pundak aparat penegak hukum. Kepolisian dan Kejaksaan adalah pemegang kunci utama dalam mengungkap tabir di balik aktivitas ilegal tersebut. Tanpa adanya bukti permulaan yang cukup dari pihak berwenang, tuduhan yang dialamatkan hanya akan menjadi angin lalu yang tidak memiliki kekuatan hukum.

Kalau ada orang melakukan kejahatan, apakah otomatis keluarganya jadi tersangka? Kan tidak. Semua harus berdasarkan bukti.

Desakan Klarifikasi Terbuka

​Di tengah kemelut yang kian memanas, Feri juga mengarahkan telunjuknya kepada Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Moutong, Nurlian. Ia mendesak sang pejabat untuk segera tampil ke permukaan dan memberikan klarifikasi yang terang benderang. Feri menuntut agar klarifikasi tersebut disampaikan melalui rekaman video yang nyata, bukan sekadar goresan pena di atas kertas yang dingin.

​Hal ini dianggap krusial karena pernyataan yang sempat terlontar telah menciptakan gelombang opini publik yang liar. Sebagai seorang pejabat daerah, setiap kata yang keluar dari lisan Nurlian memiliki beban tanggung jawab yang besar. Feri ingin publik mendapatkan kejelasan secara langsung agar spekulasi mengenai keterlibatan anggota DPRD Parigi Moutong dalam tambang ilegal tidak terus menjadi bola salju yang menghantam citra institusi dan pribadi tanpa adanya pembuktian yang sah.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *