PARIGI, EQUATORNEWS – Jumat (24/04/2026), langkah kaki Selpina Basrin mendarat di Dusun 4, Desa Gio. Di sana, ia disambut oleh tatap mata warga yang menyimpan rahasia kelam: ketakutan akan air bah yang selalu mengintai meski langit hanya menangis tipis. Bagi masyarakat Moutong, Selpina bukan sekadar legislator, melainkan muara tempat segala rintihan tentang keselamatan nyawa dititipkan.
Sumpah Sang Srikandi untuk Tanah Gio
Suasana reses seketika berubah haru saat warga meluapkan jeritan hati mengenai drainase dan tanggul penahan banjir. Bagi mereka, infrastruktur ini bukan sekadar beton dan semen, melainkan benteng pertahanan terakhir bagi pemukiman mereka yang kian rapuh.
”Pembangunan tanggul ini adalah harga mati bagi nurani saya. Saya takkan membiarkan rakyat saya tidur dalam gigil ketakutan setiap kali mendung menggantung di cakrawala. Ini adalah prioritas yang akan saya kawal dengan seluruh jiwa di meja legislatif,” tegas Selpina Basrin, menyuarakan komitmen yang menggetarkan sanubari peserta reses.
Menyentuh Ruang Sosial hingga Denyut Ekonomi
Namun, perhatian Selpina tidak berhenti pada dinding tanggul. Ia menyelami sisi paling humanis dari kehidupan warga; mulai dari urusan akhirat dengan pengadaan fasilitas rukun kematian—seperti keranda dan alat penggali kubur—hingga urusan syiar yang tercermin dalam permintaan kitab suci Al-Qur’an serta Buku IQRA bagi anak-anak desa.
Di sektor pemberdayaan, Selpina menangkap semangat kaum perempuan yang ingin mengubah nasib melalui alat keterampilan kue. Baginya, kemandirian ekonomi adalah kunci martabat keluarga. Tak lupa, ia juga merangkul mimpi para pemuda desa dengan mencatat kebutuhan alat olahraga lengkap, demi memastikan energi muda Gio tersalurkan dalam prestasi yang membanggakan.
Menyulam Masa Depan dalam Anggaran
Menutup perjumpaan yang penuh emosional tersebut, Selpina memastikan bahwa setiap butir aspirasi, dari tenda hajatan hingga kostum bola, telah terpatri kuat dalam catatan timnya untuk diperjuangkan dalam penyusunan anggaran daerah.
”Suara dari pelosok Gio ini adalah amanah yang berat namun mulia. Tugas saya adalah memastikan bahwa setiap rupiah dari kebijakan daerah benar-benar menyentuh kulit dan daging kebutuhan masyarakat,” pungkas Selpina dengan penuh wibawa.
FAYRUZ










