Hari Ketujuh Latihan Paralayang, Prokes Tetap Dipatuhi Peserta

MY Towanda
Irwan SKM M.Kes (Foto : Ist)

TINOMBO, EQUATORNEWS – Hari ini merupakan hari terakhir kegiatan pelatihan Paralayang PL 1 di Bukit Gor Ogolongkap Tinombo.

Pantauan tim liputan Pemda sebagaimana yang diterima EquatorNews, hingga saat ini peserta Paralayang terlihat sehat bugar dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan 3 M.

“Dari awal pelatihan Paralayang dan Diving sudah menerapkan protokol kesehatan,”Kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong Irwan SKM MKes saat dimintai keteranganya Jum’at (30/7/21).

Irwan mengatakan, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Raja Tombolotutu setiap harinya menugaskan petugas kesehatan stand by di Lolaro atau ditempat kegiatan untuk melakukan Repid kepada peserta.

Berkaitan dengan pelatih Nasional dari Jakarta dan pelatih Diving asal Manado yang didatangkan ke Parigi Moutong, kata Irwan semuanya sudah melalui pemeriksaan kesehatan mulai dari Repid Antigen, PCR serta sudah di vaksinasi dua kali sehingga dibolehkan masuk ke Sulaweai Tengah.

“Logikanya kan begini, tidak mungkin orang bisa lolos keluar masuk dari dan dalam luar daerah kalau tidak melalui pemeriksaan Covid yang ketat. Karena dia sudah lengkap pemeriksaan makanya bisa datang,”Ucapnya.

Dive Master Jandri juga mengatakan, salah satu persyaratan utama agar orang bisa Diving adalah sehat jasmani dan rohani. Kalau tidak sehat maka tidak boleh mengikuti kegiatan Diving.

“Mau ikut Diving salah satu persyaratan dilalui peserta adalah pemeriksaan kesehatan dan hasilnya harus sehat bugar,”Jelas Jandri.

Nada yang sama juga dikatakan pelatih Nasional Paralayang Gendon Subandono, kata ia dirinya tidak mengakomodir peserta yang kesehatanya terganggu, ia hanya menerima peserta untuk dilatih yang badanya sehat jasmani dan rohani.

“Ya…ini kan masa Pandemi Covid, saya gak berani melatih orang orang yang tidak sehat. Biar bukan Pandemi diluar Pandemi juga kami tidak menerima peserta kesehatanya terganggu, kami hanya menerima yang sehat bugar,”Terangnya.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang mana Parigi Moutong sudah masuk pada level 3 dan zona Orange Pemda terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal itu.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Rislan SSos.I MAP juga mengatakan, bahwa selama pantaun ia pada kegiatan Diving dan Paralayang di Tinombo selalu menerapkan protokol kesehatan dan kata ia tidak pernah mengumpulkan orang banyak dalam jumlah yang besar.

“Saya ini sudah lama di Lolaro, tidak pernah terlihat mengumpulkan orang banyak. Semuanya dibatasi, contohnya pada kegiatan pembukaan pelatihan Diving dan Paralayang undangan dibatasi dan peserta yang ikut kegiatan juga dibatasi dengan tetap menerapkan Prokos 3 M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker – red),” tandasnya.

FAYRUZ / DISKOMINFO PARIGI MOUTONG

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *