Cahaya Silaturahmi LS ADI Membasuh Palasa : Tenunan Ukhuwah di Bawah Langit Ulatan

Fayruz
Fahrull Maso'ama, Ketua Panitia - Foto : Ist

PALASA, EQUATORNEWS – Ketika mentari naik sepenggalah di ufuk timur Desa Ulatan, gema takbir yang masih membekas di relung hati seolah menemukan muaranya. Lembaga Studi dan Advokasi Dakwah Islam atau LS ADI Kecamatan Palasa, berdiri tegak sebagai pemantik nyala persaudaraan. Dalam sebuah perhelatan akrab bertajuk Halal Bihalal 1447 Hijriah, mereka merajut kembali helai demi helai benang silaturahmi yang sempat terurai oleh kesibukan duniawi.

​Bertempat di pelataran suci Masjid Dusun 3 Desa Ulatan pada Minggu, 12 April 2026, suasana khidmat menyatu dengan semilir angin Parigi Moutong. Mengusung panji Sinergi dalam Fitrah Mempererat Silaturrahmi, Membangun Kolaborasi, LS ADI tidak melangkah sendiri. Mereka menggandeng Liwa’aul Haq Parigi Moutong serta Risma Ulatan untuk mengukuhkan sebuah kekuatan kolektif yang berakar pada nilai-nilai langit.

​Kehadiran sosok intelektual muda, Ustadz Muhammad Andrian Pratama, memberikan ruh pada pertemuan tersebut. Di hadapan Ketua WIA Kabupaten Parigi Moutong, Intjesari P. Pasau, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Palasa, sang ustadz melangitkan doa yang menggetarkan sanubari. Baginya, Palasa bukan sekadar titik koordinat di peta, melainkan kawah candradimuka bagi generasi yang bertaqwa.

​Beliau menegaskan bahwa masa depan tanah ini tertumpang di pundak pemuda-pemudi yang memiliki potensi seluas samudra namun tetap berlabuh pada dermaga agama. Dukungan penuh ia sematkan bagi setiap jengkal langkah keagamaan yang bersemi di Kecamatan Palasa, demi melahirkan sumber daya manusia yang tak hanya cerdas secara akal, namun juga jernih secara spiritual.

​Gema harapan juga disuarakan oleh Fahrull Maso’ama selaku nakhoda panitia. Dengan ketulusan yang terpancar dari tutur katanya, ia membedah makna di balik hajatan besar ini. Baginya, Halal Bihalal adalah jembatan emas yang menghubungkan denyut nadi rakyat dengan pemegang kebijakan di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi fondasi kokoh bagi pembangunan yang memuliakan martabat manusia.

​Panggung acara semakin berwarna saat tarian jemari dan gerak gemulai siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Desa Ulatan tampil memukau, sebuah simbol bahwa estafet budaya dan dakwah terus mengalir pada generasi belia. Riuh rendah kegembiraan itu kemudian mengkristal dalam doa penutup yang syahdu, memohon ridha Ilahi agar persatuan ini abadi.

​Hari itu, LS ADI Palasa telah membuktikan bahwa dalam dekapan ukhuwah, segala perbedaan melebur menjadi kekuatan. Mereka tidak hanya merayakan hari kemenangan, tetapi sedang menyemai benih kejayaan bagi masa depan Parigi Moutong yang lebih gemilang.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *