PALU, EQUATORNEWS — Di bawah langit Sulawesi Tengah yang memayungi tanah pusaka, sebuah sejarah baru dipahatkan pada prasasti perdagangan dunia. Aroma harum yang tajam dan melegenda bukan lagi sekadar penghuni sudut pasar lokal, melainkan kini telah menjelma menjadi identitas bangsa. Dalam perhelatan Berani Ekspor Raya Durian Sulteng Nambaso, sebuah nama lahir dari rahim bumi vulkanik: Volcano Durian Indonesia.
Langkah besar ini bukan sekadar seremoni pelepasan komoditas menuju negeri seberang, melainkan sebuah proklamasi atas kedaulatan rasa yang dikandung oleh Ibu Pertiwi. Melalui tangan dingin pemerintah dan gerak langkah Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia, branding nasional ini diluncurkan untuk menyatukan ribuan varietas yang selama ini tersebar tanpa identitas tunggal di panggung global.
Sekretaris Jenderal APDURIN, Aditya Pradewo, dengan nada yang menggetarkan sukma menyatakan bahwa Palu kini berdiri sebagai gerbang utama bagi durian Indonesia untuk menyapa dunia. Tanah Nusantara yang dijaga oleh jajaran gunung berapi telah mewariskan mineral abadi yang membuat daging buah durian Indonesia memiliki kompleksitas rasa yang tidak dimiliki tanah manapun di kolong langit. Volcano Durian Indonesia adalah representasi dari energi api yang mendingin menjadi kelezatan alami.
Gema peluncuran ini disambut hangat oleh Ketua Kadin Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong. Beliau menyerukan sebuah gerakan kolektif bagi seluruh pengusaha dan pemilik rumah kemas untuk memanggul logo Volcano Durian Indonesia sebagai tameng dan tombak di pasar internasional. Baginya, kebersamaan adalah kunci utama agar durian lokal tidak hanya dikenal sebagai buah musiman, tetapi sebagai simbol kekuatan ekonomi yang dihargai dan dipercaya oleh lidah dunia.
Dengan satu nama dan satu nafas, Volcano Durian Indonesia kini siap melintasi samudera. Brand ini menjadi wajah baru yang membawa pesan bahwa dari kedalaman tanah vulkanik yang subur, telah lahir kemewahan yang disempurnakan oleh alam untuk menjadi kebanggaan abadi bagi bangsa Indonesia. Dari jantung Sulawesi Tengah, sebuah gerakan nasional dimulai untuk menaklukkan puncak tertinggi pasar durian dunia.
FAYRUZ










