Disdik Parigi Moutong Tuntaskan Revitalisasi 13 Sekolah

MY Towanda
Kabid Manajemen Sekolah Dasar Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim (Foto : Ist)

Parigi Moutong, EQUATORNEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mencatat sebanyak 13 dari 15 sekolah dasar (SD) penerima bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan tahun anggaran 2025 telah rampung 100 persen. Proses serah terima bangunan baru tersebut dilakukan secara bertahap menjelang akhir tahun, tepatnya pada 27 hingga 31 Desember lalu.

Kepala Bidang Manajemen SD Dikbud Parimo, Ibrahim, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas tuntasnya proyek strategis ini. Menurutnya, wajah baru sekolah-sekolah tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh pihak sekolah dan warga sekitar.

“Dari 15 sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi, Alhamdulillah 13 sekolah sudah tuntas dan diserahterimakan ke pihak sekolah pada Desember kemarin. Teman-teman kepala sekolah dan warga sekolah sangat senang,” ujar Ibrahim saat memberikan keterangan pada Rabu (4/1/26).

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah sangat berterima kasih kepada Presiden atas perhatian besar yang diberikan terhadap mutu pendidikan di wilayah Parimo.

Ibrahim menilai program revitalisasi dari pemerintah pusat ini sangat luar biasa karena menganut prinsip menyeluruh atau komplit. Pemerintah tidak hanya sekadar membangun fisik gedung, melainkan langsung melengkapi seluruh sarana pendukung di dalamnya Fasilitas Sanitasi, Fasilitas Literasi dan Fasilitas Pratikum.

Bahkan, pemerintah pusat mengambil kebijakan proaktif. Jika sebuah sekolah awalnya hanya mengusulkan rehabilitasi ruang kelas, tim pusat akan mengecek fasilitas lain. Jika sekolah tersebut belum memiliki perpustakaan, laboratorium, atau jamban yang layak, maka fasilitas tersebut akan ikut dibangun sekaligus.

Selain mematangkan fasilitas pendidikan, program revitalisasi ini juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Parimo. Proyek ini dikerjakan dengan skema swakelola, yang secara langsung melibatkan potensi daerah setempat.

“Ini sesuai amanat Presiden untuk memberdayakan masyarakat setempat. Tukang lokal dilibatkan, bahan bangunan dibeli di toko setempat, sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelas Ibrahim.

Meski program ini berjalan sukses, tantangan pendidikan di Parigi Moutong masih cukup besar. Ibrahim membeberkan bahwa dari total 425 SD yang tersebar di Parimo, belum sampai separuhnya memiliki bangunan dan sarana prasarana yang benar-benar layak.

Mengingat tingginya kebutuhan di lapangan, Dikbud Parimo berharap pemerintah pusat tidak memutus program ini dan bersedia melipatgandakan kuota bantuan di tahun-tahun mendatang.

“Kalau tahun kemarin ada 13 sekolah yang tuntas, kami berharap tahun ini bisa lebih dari itu, kalau bisa dua sampai tiga kali lipat. Ke depan, kami berharap perbaikan sarana dan prasarana sekolah ini terus berlanjut karena masih banyak sekolah yang membutuhkan,” pungkasnya penuh optimisme.

Bagika Berita :
Editor: M Y Towanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *