Jakarta, EQUATORNEWS – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus berkomitmen menghadirkan keadilan dan pemerataan pendidikan bagi seluruh anak bangsa melalui jalur diplomasi strategis. Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, memimpin langsung audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di Ruang Rapat Mendikdasmen, Gedung A Lantai 2, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Jumat (3/10).
Audiensi ini menjadi representasi nyata dari tekad pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak pendidikan anak-anak di wilayah pelosok, lembah, perbukitan, hingga sepanjang 510 kilometer garis pantai yang membentuk lanskap geografis Parigi Moutong.
Dalam pemaparannya, Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan sekaligus prioritas utama dalam masa jabatannya. Langkah nyata telah dimulai dengan pembagian seragam gratis bagi 15.540 siswa baru SD dan SMP negeri. Namun, ia tidak menampik bahwa keterbatasan APBD serta kebutuhan sekolah swasta dan madrasah masih menjadi tantangan besar. Saat ini, tercatat ada 79 sekolah yang secara regulasi masuk kategori terpencil, meski jumlah riil di lapangan diyakini lebih banyak.
“Kami membutuhkan solusi jangka panjang. Sekolah terpadu mulai dari PAUD hingga SMP adalah harapan, agar anak-anak tidak berhenti belajar hanya karena jarak. Selain itu, dukungan rumah dinas dan kendaraan dinas sangat penting agar guru sebagai ujung tombak merasa betah dan berdaya di lapangan,” ujar Bupati Erwin.
Ia juga mengusulkan pengembalian tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di wilayah dengan aksesibilitas sulit demi menjaga keberlanjutan pengabdian mereka.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan apresiasi tinggi terhadap usulan tersebut. Menurutnya, gagasan sekolah terpadu atau satu atap sangat realistis dan sejalan dengan kebijakan nasional untuk mengatasi kendala geografis di daerah seperti Parigi Moutong.
“Gagasan ini sangat realistis. Sekolah satu atap adalah solusi agar anak-anak dapat menyelesaikan pendidikan mereka tanpa terhalang jarak dan medan,” ungkap Abdul Mu’ti.
Terkait usulan tunjangan khusus guru, Mendikdasmen menyatakan akan segera mengkaji mekanisme terbaiknya karena kesejahteraan guru merupakan faktor krusial di daerah terpencil. Ia pun langsung menginstruksikan Pemkab Parigi Moutong untuk segera menyerahkan dokumen rencana kebutuhan daerah secara resmi agar dapat dijadikan bahan pertimbangan prioritas pada tahun anggaran mendatang.
Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi kementerian, di antaranya Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Nunuk Suryani, M.Pd.; Dirjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Gogot Suharwanto, Ph.D.; serta Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus Tatang Mutaqin, Ph.D.
Sementara itu, Bupati Erwin didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong Alfres Mas Boy Tonggiroh, Wakil Ketua I DPRD Sayutin Budianto, Kepala Bappelitbangda Irwan, Kepala BPKAD Yusrin Usman, Kepala BKPSDM Mahmud Tandju, serta Kepala Dinas Pendidikan Sunarti.
Sinergi yang terbangun dalam audiensi ini menandai babak baru diplomasi daerah Parigi Moutong. Sambutan hangat dari pihak Kemendikdasmen menjadi bukti kuat bahwa misi pemenuhan hak belajar anak-anak di pelosok daerah berjalan selaras dengan agenda besar pembangunan bangsa.










