PARIGI, EQUATORNEWS – Di tengah denyut ekonomi Parigi Moutong yang kian kencang, sebuah paradoks muncul ke permukaan, menyita perhatian publik dan para pemangku kebijakan. PT Pondok Durian Sulawesi (PDS), yang sebelumnya menjadi buah bibir atas klaim menembus pasar Tiongkok, kini harus menghadapi kenyataan yang belum selaras dengan narasi besarnya. Ambisi untuk terbang tinggi ke mancanegara rupanya masih berpijak pada fondasi sebagai entitas pengumpul domestik.
Lompatan Diksi yang Mendahului Bukti
Pernyataan sang pemilik mengenai pengiriman puluhan ton durian ke Tiongkok pada akhir Maret 2026 lalu, kini diakui sebagai sebuah kekeliruan komunikasi atau “kepleset lidah”. Narasi yang sempat melambung tinggi di panggung peresmian itu nyatanya melampaui status faktual perusahaan yang saat ini masih beroperasi sebagai pengepul dan rumah produksi lokal.
Kesenjangan informasi ini menciptakan riak di tengah masyarakat. Di satu sisi, ada harapan besar akan kemajuan daerah, namun di sisi lain, terdapat kenyataan administrasi yang belum tuntas:
- Legalitas Ekspor: Masih dalam meja pengurusan dan koordinasi balai karantina.
- Fungsi Operasional: Masih berfokus pada pengumpulan hasil panen dari petani lokal untuk pasar dalam negeri.
- Kesiapan Teknis: Packing house berstandar internasional yang masih dalam tahap pemenuhan persyaratan.
Retorika di Bawah Sorot Lampu Peresmian
Kehadiran para pejabat tinggi daerah dalam seremoni beberapa waktu lalu seolah menjadi legitimasi bagi narasi ekspor yang prematur tersebut. Publik menangkap kesan bahwa gerbang perdagangan internasional telah terbuka lebar, namun manajer PT PDS, Putu Edi Tangkas Wijaya, dengan jujur menarik garis tegas bahwa segalanya masih dalam proses persiapan.
”Semua masih dalam tahap perizinan, step-by-step,” ungkapnya. Pengakuan ini memperjelas bahwa posisi perusahaan saat ini masih berada di fase penguatan fondasi sebagai pengumpul, bukan aktor utama di jalur logistik internasional.
Integritas di Balik Manisnya Durian
Kisah PT PDS ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga keselarasan antara citra dan realita. Membangun narasi eksportir di atas fungsi pengumpulan tanpa dukungan legalitas yang sah berisiko menggerus kepercayaan mitra strategis dan pemerintah yang telah memberikan dukungan moral.
Kini, tantangan sesungguhnya bagi PT PDS bukan lagi soal meyakinkan publik melalui kata-kata, melainkan membuktikan bahwa fungsi pengumpulan yang mereka jalankan benar-benar bisa bertransformasi menjadi kekuatan ekspor yang nyata. Parigi Moutong menanti hari di mana duriannya benar-benar berangkat ke Tiongkok dengan dokumen yang lengkap, bukan sekadar berangkat dari sebuah pernyataan yang melampaui fakta.
FAYRUZ










