Kapolres Parigi Moutong Pimpin Langsung Pengamanan Unjuk Rasa Di Kasimbar, dan Bernegosiasi Dengan Massa Aksi

Fayruz
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Yudy Arto Wiyono, S.iK, (Berdiri di Atas Mobil) Meminpin Langsung Pengamanan Unjuk Rasa di Desa Kasimbar, Senin 17 Januari 2022. (Foto : Humas Polres Parigi Moutong)

KASIMBAR, EQUATORNEWS – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Parigi Moutong, AKBP Yudy Arto Wiyono S.Ik, mempimpin langsung pengamanan unjuk rasa di Kasimbar, Senin ( 17/1/2022).

Sebagaimana press release dari Humas Polres Parigi Moutong, menyebutkan unjuk rasa dimulai pada pukul 08.00, Waktu Indonesia Bagian Tengah (Wita), berlangsung di badan Jalan Trans Sulawesi, depan Kantor Camat Kasimbar.

Aksi unjuk rasa dilakukan oleh Aliansi Rakyat Tani Peduli Lingkungan Kasimbar, yang yang menuntut agar oemerintah menghentikan kegiatan pertambangangan emas di Desa Kasimbar, karena dianggap merusak lingkungan dan mengganggu pertanian rakyat.

Awalnya aksi unjuk rasa tersebut, mendapatkan pengamanan dari para personil Polsek Kasimbar, Polsek Ampibabo dan Polsubsektor Tinombo Selatan, dengan dipimpin oleh Kapolsek masing-masing.

Namun massa aksi yang melakukan orasi di badan Jalan Trans Sulawesi Desa Kasimbar, sehingga kendaraan tidak dapat melintas, termasuk ambulance, dan menimbulkan kemacetan, atau antrian kendaraan yang sangat panjang.

Mengetahui hal tersebut, kemudian Kapolres Parigi Moutong, AKBP Yudi Arto Wiyono, dengan didampingi para PJU Polres, segera bergerak cepat, mengambil tindakan dengan mengerahkan seluruh personil Polres Parigi Moutong, dengan peralatan dalmas bergerak menuju Desa Kasimbar, untuk pengamanan aksi unjuk rasa tersebut. Tindakan itu diambil, agar unjuk rasa tidak sampai menimbulkan kerugian pengguna jalan, dan masyarakat lainya.

Sesampai di lokasi, Kapolres AKBP Yudy Arto Wiyoni, bersama Kabag Ops AKP Junus Achpah, bersama PJU, secara humanis, tanpa kekerasan, melakukan negosiasi, dan memberikan arahan, bahwa aksi unjuk rasa tersebut diijinkan, dan dijamin oleh undang – undang, asalkan tidak mengganggu ketertiban umum, atau merugikan masyarakat lainya, seperti berorasi di badan Jalan Trans Sulawesi, sehingga kendaraan tidak dapat melintas termasuk ambulance, yanga dapat menimbulkan kemacetan, atau antrian kendaraan yang sangat panjang, serta merugikan masyarakat lainnya.

Hasilnya dari negosiasi yang dipimpin oleh AKBP Yudy Arto Wiyono, dan jajarannya, membuay massa aksi bersedia untuk tidak berorasi di badan Jalan Trans Sulawesi, setelah Kapolres Parigi Moutong, berjanji akan menghentikan aktivitas pertambangan emas di Desa Kasimbar.

Selanjutya massa aksi bersedia membubarkan diri dengan tertib, dan pengguna jalan dapat melintas dengan lancar kembali.

Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan damai, tanpa terjadi insiden sekecil apapun, berakhir pukul 15.00 Wita.

FAYRUZ / HUMAS POLRES PARIGI MOUTONG

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *