Baja-Baja Pengkhianat di Balik Rimbun Tabolobolo : Polisi Menyingkap Siasat Mafia Penyembunyi Mesin Perusak Bumi

Fayruz
Mesin - mesin Monster Perusak Alam yang Berhasil Diamankan Aparat Polda Sulteng - Foto : Ist

​PARIGI, EQUATORNEWS – Di bawah rimbunnya kebun kepala Desa Tabolobolo,Kecamatan Ongka Malino, mesin-mesin raksasa berdiri membisu, mencoba menyamar di antara pepohonan demi menghindari kejaran hukum. Besi-besi itu tidak mati, mereka masih memiliki tenaga penuh untuk merobek dada bumi, namun sengaja disembunyikan oleh para mafia tambang yang gemetar saat mendengar derap langkah operasi penertiban. Ketamakan yang biasanya meraung di sepanjang sungai Parigi kini dipaksa bungkam dalam persembunyian yang pengecut.

​Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah melalui Subdit IV Tipidter tidak dapat dikecoh oleh muslihat murahan para penjarah alam. Dalam operasi senyap yang berlangsung selama dua hari, petugas berhasil mengendus keberadaan tujuh unit alat berat yang diparkir secara sembunyi-sembunyi di area perkebunan warga dan tepian sungai. Para mafia berharap dengan menghentikan mesin sejenak, dosa-dosa mereka atas kerusakan lingkungan di Kecamatan Ongka Malino dapat terkubur dan terlupakan.

​Langkah tegas petugas yang dipimpin Kanit II Subdit IV Tipidter membuktikan bahwa keadilan memiliki mata yang tajam. Pada Sabtu pagi hingga Minggu sore, satu per satu mesin penghancur itu ditemukan tanpa operator maupun pemilik yang berani menampakkan batang hidungnya. Besi-besi bertenaga besar yang seharusnya digunakan untuk pembangunan justru disalahgunakan oleh tangan-tangan hitam untuk menguras emas secara ilegal, meninggalkan luka menganga pada ekosistem demi keuntungan pribadi yang sesaat.

​Evakuasi dramatis dilakukan pada Minggu dini hari saat kegelapan masih menyelimuti Parigi Moutong. Tujuh unit alat berat tersebut diseret keluar dari tempat persembunyiannya untuk diamankan sebagai barang bukti yang tak terbantahkan. Kasubdit IV Tipidter, Kompol Karel A. Paeh, menegaskan bahwa pemasangan garis polisi di lokasi temuan adalah peringatan keras bahwa negara hadir untuk melindungi alam dari jamahan para mafia yang tidak bertanggung jawab.

​Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, dengan suara lantang mengingatkan bahwa menyembunyikan alat berat tidak akan menghapuskan pidana yang telah dilakukan. Kepolisian berkomitmen untuk terus memburu para aktor intelektual di balik layar yang menggerakkan mesin-mesin perusak ini. Operasi ini menjadi bukti nyata bahwa bagi para mafia tambang yang mencoba mengadu nasib dengan melukai bumi Parigi, tidak ada tempat yang cukup gelap untuk bersembunyi dari jangkauan hukum yang perkasa.

FAYRUZ

Bagika Berita :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *